Menggambar. Benarkah sekedar menggambar?

Untuk anak sekolah dasar, umumnya kegiatan yang paling menyenangkan adalah menggambar, terutama untuk anak-anak di kelas saya ini. Ternyata melalui menggambar, kita bisa lihat banyak sisi dari anak-anak kita.

Sebagai contohnya, segi perkembangan daya imajinasi hingga kondisi psikologis anak. Di kelas saya ini (kelas IV SD) terdiri banyak karakter dan kesukaan yang beragam. Ada anak-anak yang memang sudah cukup bagus daya imajinasinya sehingga untuk menggambar bisa “mengalir dengan sendirinya”.

Ada pula yang setiap menggambar masih bingung menggambar apa dan mengatakan “Saya ndak bisa Bu”, bahkan untuk menentukan warna pun harus bertanya kepada guru “Bu, kalau ini warna apa?” kalau untuk 1 kali atau 2 kali tentu tidak masalah, tapi bagaimana kalau anak ini bertanya -“Bu, ini warna apa?”- ketika akan mewarnai setiap bagian gambar yang dia buat? apa ini termasuk masalah?

Kalau menurut saya sendiri ini bisa jadi masalah. Kenapa? bukan karena merasa risih anak-anak terus bertanya, tapi jika dilihat lebih dalam lagi ada masalah rasa kurang percaya diri dan takut mengambil keputusan karena “akan salah” atau “takut nanti hasilnya tidak bagus”. Ketakutan yang seperti ini yang perlu diperhatikan, karena kalau terus dibiarkan, anak nantinya menjadi tidak bisa percaya diri dengan hasil karyanya sendiri.Tingkah laku lanjutannya adalah anak akan lebih memilih mencontek karena takut salah, biarkan orang lain yang mengerjakan karena hasilnya lebih bagus.

Hingga kemudian, si anak ini secara khusus saya temani menggambar dan mewarnai. Memang perlu berkali-kali meyakinkan bahwa dia bisa, “Rian bisa pakai warna apa saja yang Rian suka”.

2014-08-08 10.51.56(Ini adalah gambar yang pertama kalinya Rian buat karena keinginannya sendiri dan warna pilihannya sendiri)

Ucapan-ucapan seperti “gambarku jelek”, “gambarnya lebih bagus dariku”, “Bu, kalau jelek gimana?”, “Bu, ndak bisa, biar digambarin ya?” sering juga terdengar di kelas. Melalui menggambar ini juga, sebenarnya guru dan bisa dapat belajar tentang bangga terhadap karya sendiri, menghargai karya orang lain, melatih percaya diri, meyakinkan bahwa “aku bisa”.

Dari menggambar ini juga dapat dikembangkan kemampuan menulis dan menalar anak dari kegiatan mendeskripsikan gambar secara tertulis, meskipun berawal dari deskripsi sederhana.

2014-08-07 08.10.41(Bukan bermaksud mengajarkan buat “narsis”, tapi supaya anak-anak juga “PD” dengan karyanya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s